Memberikan yang terbaik bagi Sang Buah Hati adalah cita-cita
semua ibu. Salah satu pemberian ibu yang tidak ternilai harganya adalah air
susu. Tidak ada satu teori pun yang menyanggah pentingnya ASI bagi kesehatan
dan tumbuh-kembang anak. Namun, ketika ibu menyusui jatuh sakit, apa yang harus
ibu lakukan? Apakah ibu harus berhenti menyusui karena penyakit dapat menularmelalui air susu?
Ibu Tetap dapat terus menyusui
walaupun sedang sakit. Hanya beberapa penyakit saja yang mengharuskan seorang
ibu untuk berhenti menyusui. seperti HIV/AIDS.
Melarang ibu yang sakit untuk menyusui karena khawatir
penyakitnya akan menular pada bayi adalah paradigma lama. Jika ibu menderita
penyakit umum, seperti flu, batuk, pilek, dan diare, ibu dianjurkan untuk tetap
menyusui. Selain penyakit-penyakit ini tidak dapat menular melalui air susu,
pemberian ASI pun dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi untuk melawan
penyakit. Bila ibu menghentikan pemberian ASI, justru memperbesar risiko bayi
akan tertular penyakit.
Ibu yang terserang sakit sebaiknya tetap menyusui karena
ASI mengandung zat daya tahan tubuh yang sangat banyak sekali dan justru sangat
dibutuhkan bayi untuk membentuk daya tahan sehingga tidak tertular ibunya.
Begitu pula untuk ibu yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, masih
bisa menyusui walaupun sangat bergantung pada kondisi sang ibu tersebut. Bila
ibu dalam kondisi kritis atau harus mengonsumsi obat-obatan yang dapat
mengganggu bayi, tidak dianjurkan untuk menyusui.
Ibu menyusui sebaiknya menghindari konsumsi sembarang obat,
karena akan berpengaruh pada ASI dan kesehatan bayinya. Bila ibu terserang penyakit ringan sebisa mungkin
menghindari konsumsi obat. Namun, apabila harus mengonsumsi obat, sebaiknya
melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Kandungan dalam beberapa
jenis obat dapat mengurangi produksi ASI, karena dapat menyebabkan bayi kuning, alergi,
muntah, dan beberapa akibat lainnya. The American Academy of Pediatrics pada
tahun 1994 telah mengeluarkan daftar obat yang aman untuk ibu menyusui,
seperti, asetaminofen, ibuprofen, parasetamol, insulin, vitamin, dan berbagai
jenis obat lainnya.
Apa Yang Harus Dilakukan?
1. Menggunakan
masker apabila flu, batuk, dan pilek, agar memperkecil risiko menulari si
kecil.
2. Rajinlah
mencuci tangan
3. Menghindari
bersin dan batuk di dekat si kecil, serta kontak fisik secara langsung.
4. Menjaga
kualitas dan kuantitas makanan bergizi yang diasup
5. Minumlah
banyak air putih, agar ASI tetap lancar
6. Mintalah
bantuan orang lain untuk menjaga si kecil, agar Anda dapat beristirahat dengan
cukup.
SEMOGA BERMANFAAT!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar